Rabu, 24 Agustus 2011

Mengenal Hati

Organ Hati (liver) merupakan organ tubuh manusia yang terbesar, terletak dalam rongga perut sebelah kanan, tepatnya di bawah diafragma. Beratnya rata-rata 1,5 kg atau sekitar 2,5% dari berat badan normal orang dewasa. Hati (liver) terletak pada rongga perut kanan bagian atas. Hati (liver) sangat berperan penting pada hampir setiap fungsi metabolisme tubuh dan juga termasuk sebagai alat ekskresi. Hal ini dikarenakan hati membantu fungsi ginjal dengan cara memecah beberapa senyawa yang bersifat racun dan menghasilkan amonia, urea, dan asam urat dengan memanfaatkan nitrogen dari asam amino. Proses pemecahan senyawa racun oleh hati disebut proses detoksifikasi.

Fungsi utama organ hati antara lain:

* Fungsi metabolisme
* Fungsi sintesis
* Fungsi penetralan zat-zat kimia

Fungsi utama dari hati atau liver adalah menyaring racun-racun yang ada pada darah. Hemoglobin yang terkandung di dalam darah dipecah menjadi zat besi, globin, dan heme. Zat besi dan globin didaur ulang, sedangkan heme dirombak menjadi bilirubin dan biliverdin yang bewarna hijau kebiruan. Hati juga menghasilkan enzim arginase yang dapat mengubah arginin menjadi ornintin dan urea. Ornintin yang terbentuk dapat mengikat NH3 dan CO2 yang bersifat racun.
Fungsi lain dari hati adalah mengubah zat buangan dan bahan racun untuk dikeluarkan dalam empedu dan urin, serta mengubah glukosa yang diambil dari darah menjadi glikogen yang disimpan di sel-sel hati. Glikogen akan dirombak kembali menjadi glukosa oleh enzim amilase dan dilepaskan ke darah sebagai respons meningkatnya kebutuhan energi oleh tubuh. Glikogen adalah suatu bentuk dari karbohidrat yang siap digunakan oleh tubuh.
Hati juga memainkan peran penting dalam mengatur metabolisme kolesterol, menghasilkan gumpalan darah, menghilangkan kelebihan cairan empedu dari tubuh dan sebagainya. sintesa, menyimpan dan mengeluarkan lemak untuk didistribusikan ke seluruh tubuh. Hati (liver) juga memproduksi empedu yang memungkinkan makanan berlemak dan mengandung vitamin yang larut dalam lemak (vitamin A, D, E dan K) dapat diserap oleh usus halus. Semua vitamin yang larut dalam lemak juga disimpan di dalam hati. Vitamin A, D dan K terdapat dalam jumlah yang cukup besar, sedangkan vitamin E hanya dalam jumlah kecil. Selain vitamin, sebagian besar zat besi juga disimpan di dalam hati sebelum dibutuhkan oleh tubuh.

Sel-sel hati memiliki kemampuan regenerasi yang mengagumkan. Dalam 3 kali 24 jam setelah transplantasi, organ hati (liver) telah dapat pulih. Namun jika hati mengalami kerusakan yang terus-menerus atau berulang-ulang maka akan terbentuk banyak jaringan ikat yang akan mengacaukan struktur hati, yaitu suatu keadaan yang dikenal sebagai sirosis (cirrhosis) atau pengerasan hati. Jika sirosis (cirrhosis) telah terjadi maka terganggulah seluruh fungsi hati yang penting untuk kehidupan.

http://pinginsehat.info/2010/11/mari-mengenal-organ-hati-anda/
http://kumpulan.info/sehat/artikel-kesehatan/48-artikel-kesehatan/355-hepatitis-liver-hati.html
http://www.suaramedia.com/gaya-hidup/makanan/19135-beberapa-makanan-pembersih-organ-hati-kotor.html

0 komentar:

Poskan Komentar